Jumat, 25 Oktober 2013

struktur senyawa limonoid pada biji duku

Senyawa Limonoid
Limonoid adalah suatu triterpenoid dengan atau turunan dari prekursor kerangka 4,4,8-trimetil-17-furanilsteroid
(Gambar 3.1). 
Gambar 3.1 Kerangka dasar senyawa limonoid, 4,4,8- trimetil-17-furanilsteroid.

Limonoid termasuk ke dalam metabolit sekunder yang dihasilkan oleh tumbuhan yang termasuk ke dalam golongan Rutales, khususnya Famili Meliaceae. Pada tahun 1992 telah diisolasi lebih dari 300 limonoid. Limonoid merupakan karakter jenis tumbuhan dari Famili
Meliaceae yang melimpah dan bervariasi. Golongan senyawa ini dapat ditemukan pada bagian biji dari duku dan kokosan (Nishizawa et al., 1985, 1988; Saewan et al., 2006; Mayanti et al., 2009). Struktur limonoid juga ditemukan pada Famili Rutaceae dan Cneoraceae.
Akhir-akhir ini limonoid sangat menarik perhatian karena menjadi penanda bagi aktivitas antifeedant dan pengendali pertumbuhan serangga (Insect Growth
Regulator = IGR). Yang dimaksud adalah s enyawa azadirachtin dan limonoid-limonoid C-seco teroksidasi tinggi yang diperoleh dari tanaman nimba (Azadirachta
indica A. Juss) dan Melia azedarach L.

Biosintesis dan Evolusi Limonoid
Senyawa limonoid diperkirakan berasal dari Δ7- tirukallol [H-20, C-20(R)] atau Δ7-euphol [H-20, C- 20(S)]. Bentuk stereokimia dari prekursor senyawa limonoid tidak diketahui. Kebanyakan quassinoid dan C30 triterpen pada Rutales mempunyai konfigurasi C-20(R), seperti tirukallol sebagai precursor, tetapi pada daun A. indica, euphol yang berkonfigurasi C-20(S) diubah lebih banyak menjadi senyawa limonoid nimbolid dibandingkan tirukallol .
Menurut aturan yang disepakati bahwa ikatan Δ7 mengalami epoksidasi menjadi suatu 7-epoksida, yang kemudian epoksida tersebut terbuka dan menyebabkan terjadinya pergeseran Wagner-Meerwein dari metil pada karbon ke-14 ke karbon ke-8, sehingga dihasilkan gugus OH pada karbon ke-7 dan ikatan rangkap dua antara karbon ke-14 dan karbon ke-15. Rantai sampingnya membentuk siklik dengan kehilangan empat atom karbon dan membentuk cincin 17 β-furan. Tahap biosintesis ini selesai setelah terbentuknya kerangka 4,4,8- trimetilsteroid dengan sebuah rantai samping C-8 yang
lengkap, sebagaimana meliantriol (1) dan melianon (2) dari A. indica (Gambar 3.2).

 
Gambar 3.2 Jalur biosintesis sederhana senyawa limonoid

Permasalahan saya bagaimana jika cicin yang paling atas tersebut di letakkan pada ikatan yang sebelahnya  apa yang terjadi apakah akan mengubah tata nama senyawanya??? 


2 komentar:

  1. Jadi maksud permasalhan anda ,,jika cincin benzen dipindahkan ke garis putus putus disebelah kirinya,, tentu nama senyawa itu berubah ,,, tapi saya belum tau pasti nama senyawa itu apa,,

    BalasHapus
  2. Saya setuju dengan pendapat dede nova. Dimana ketika cincin yang anda maksud tersebut dipindahkan, maka letaknya yang berubah akan mengubah nama dari senyawa tersebut.

    BalasHapus